June 20, 2011

Setahun jadi bedah saraf

Setahun yang lalu, aku pulang lewat jogja dari denpasar setalah selasi ujian nasional bedah saraf. Terasa enteng beban hidup ini, Untuk sesaat. Tugas berat menati, tanggung jawab besar menanti.
Terus berjuang untuk menjadi " dokter" sampai detik ini.
Ya Robb bimbing aku.

Pojok Ruang Anatomi, Jam 12 48

February 23, 2011

lebih merunduk

cobalah kawan.............

June 30, 2010

akhirnya

Ngeblog lagi yuk

August 18, 2009

Jaga bimbingan

Dulu kita sahabat
Dengan begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari

Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi bedah saraf

Kini kita berjalan beriring-iringan
Kau iringi diriku jaga setelahku
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karena ku sayang

Jaga bimbingan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Jaga bimbingan bagai kepompong
Kesana kemari tak tau apa apa
Jaga bimbingan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Jaga bimbingan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Jaga bimbingan bagi kepompong

August 06, 2009

Cinta bersyukur

Doakan bisa lebih bersyukur
Memaknai apa yang telah kita raih

Kadang kerikil terasa ngeri di kaki

Kejujuran yang bisa menyembuhkannya

I love you

July 13, 2009

kebahagiaan


Jadi presiden bahagia kali ya, terkenal, menentukan banyak kebijakan.....
Jadi dokter enak kali ya, berinteraksi langsung dengan nyawa orang....
jadi...
jadi...
dan banyak jadi jadi yang lainnya.
Saat kita sadar semua itu adalah karunia Illahi apa yang bisa kita lakukan? Kebahagiaan lebih sering di ukur dari capaian atau sesuatu yang melekat pad akita dan tidak di dapati pada orang lain. Kebahagiaan lebih sering kita ukur dengan membandingkan capaian orang lain. Dia sudah bisa begini sia dia sudah bisa begitu, bahagianya mereka.....

Pandangan subjective seperti itu sering membuat "meriang" yang punya banyak keinginan dan cita cita. Seolah hanya orang lain yang bisa bahagia.

kalau mau introspeksi lebih seksama sebetulnya ada banyak yang bisa membuat bahagia. Bukankah kita masih sehat, bisa bernafas dengan enak, makan dengan enak dan bercanda dengan riangnya. Bukankah ada banyak ( sekali lagi membandingkan dengan orang lain) pasien yang sedang meregang nyawa di rumah sakit?

Ada banyak dokter yang tidak bisa tidur karena harus mengawasi semua pasiennya yang gawat, ada banyak dokter yang tidurnya terganggu karena setiap jam Hp bimbitnya terus menyala karena perawat harus minta keputusan pasien yang dirawatnya.... tapi apa dokter itu tidak bahagia?

Kuncinya bersyukur, dan nikmati apa yang Alloh SWT karuniakan kepada kita
enak to mantep too..........